research

SMPN 12 Pekalongan Raih Juara 2 Lompat Tinggi Putri

 

PEKALONGAN – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh Murid SMPN 12 Pekalongan dalam ajang Kejuaraan Kota (Kejurkot) Atletik Pelajar. Siswi bernama Shinta Wahyu berhasil meraih Juara 2 pada kategori lomba Lompat Tinggi Putri dalam Kejurkot Atletik Pelajar SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA Tingkat Kota Pekalongan.

Kejuaraan yang diselenggarakan oleh PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) dan DINPORA Kota Pekalongan ini menjadi ajang bergengsi bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka di bidang atletik. Kompetisi yang berlangsung di Stadion Hoegeng itu diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai tingkatan sekolah di Kota Pekalongan.

Shinta Wahyu, siswi kelas IX SMPN 12 Pekalongan, berhasil menunjukkan performa luar biasa. Dengan teknik dan semangat yang tinggi, ia mampu melewati batas ketinggian yang menantang dan mengamankan posisi kedua.

Kepala SMPN 12 Pekalongan, Ibu Ikasari Dewi, S.Si., M.Pd. , menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi Shinta. "Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian Shinta. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah yang ia tunjukkan selama latihan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa lain untuk terus berprestasi di berbagai bidang," ujarnya.

Pelatih atletik SMPN 12 Pekalongan, Bapak Priyo Hutomo, S.Pd. , juga mengungkapkan bahwa persiapan yang matang dan dukungan penuh dari pihak sekolah menjadi kunci sukses Shinta. "Kami melihat potensi besar pada diri Shinta sejak awal. Ia selalu tekun berlatih dan tidak pernah mengeluh. Medali perak ini adalah bukti nyata dari dedikasinya," kata sang pelatih.

Dengan raihan Juara 2 ini, Shinta Wahyu tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik SMPN 12 Pekalongan di kancah olahraga Kota Pekalongan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengejar impian dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.